ASSALAMU'ALAIKUM....SELAMAT DATANG DIBLOG KHAIRUL....
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 04, 2009

TIPS RAJIN SHALAT 5 WAKTU

10 Tips Sederhana Agar Anda Rajin Shalat 5 Waktu

Pria sedang shalat
Shalat 5 waktu merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Sebagai seorang umat Islam, Anda tentu sudah tahu hal tersebut.
Sayangnya, banyak sekali godaan dan halangan sehingga Anda malas menunaikan shalat 5 waktu. Dampaknya, Anda suka meninggalkan shalat lima waktu.
Anda tentu ingin keluar dari masalah tersebut. Anda ingin rajin melaksanakan shalat lima waktu. Selain itu, Anda juga ingin shalat 5 waktu merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari Anda.
Berita buruknya, keinginan tersebut sekadar keinginan belaka. Anda masih saja meninggalkan shalat 5 waktu. Menjengkelkan, bukan?
Mohon jangan menyerah. Anda bisa rajin melaksanakan shalat 5 waktu. Guna membantu Anda mewujudkannya, berikut 10 tips sederhana yang layak Anda coba.

1. Ketahui mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu

Yang pertama adalah ketahuilah mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu. Jika Anda lupa, menurut sejumlah referensi yang saya baca, shalat 5 waktu wajib dilaksanakan.
Alasannya antara lain karena sahalat 5 waktu merupakan ibadah yang pertama kali dihisab pada Yaumul Hisab (Hari Perhitungan), tiang agama Islam, kunci surga, menghapus dosa, dan dosa besar jika ditinggalkan.

2. Pahami manfaat shalat

Pahami juga manfaat yang akan Anda dapatkan dengan menjalankan shalat lima waktu. Manfaat ini bisa ditinjau dari sisi psikologis dan sisi kesehatan.
Dari sisi psikologis, orang yang rajin shalat 5 waktu antara lain memiliki hati yang tenteram, selalu ingat kepada Allah SWT, terhindar dari pikiran keji dan munkar, sabar, dan bersyukur. Dari sisi kesehatan, orang yang rajin shalat lima waktu antara lain mempunyai wajah yang bercahaya, bersemangat, dan tubuh yang sehat.
Sebaliknya, orang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu akan memiliki pikiran yang runyam, stres, dengki terhadap sesama, cemas, emosional, dan sejenisnya. Kondisi psikologis seperti itu bisa merusak daya tahan tubuhnya.

3. Ingatlah bahwa dunia itu sementara

Anda mungkin malas shalat 5 waktu karena sibuk mengejar duniawi untuk biaya hidup sehari-hari. Meskipun demikian, ingatlah bahwa dunia itu sementara.
Semua yang ada di dunia akan mati. Kita akan kembali ke kampung asal kita, yaitu akhirat. Yang akan kita bawa adalah amalan selama kita masih hidup, bukan materi dunia seperti mobil, rumah, dan perhiasan.
Dengan mengingat bahwa dunia itu sementara, Anda akan menyadari bahwa Anda harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang langgeng. Dengan demikian, Anda akan tergerak untuk menunaikan shalat 5 waktu dan shalat-shalat lainnya yang pengerjaannya tidak selama urusan dunia.
Sebagai contoh, Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk menunaikan shalat Dzuhur. Bandingkan dengan menulis artikel atau memasarkan produk yang lamanya bisa berjam-jam.

4. Lakukan secara bertahap agar menjadi kebiasaan

Tips pertama sampai ketiga mestinya bisa membuat Anda rajin melaksanakan shalat lima waktu. Namun, bila ketiga tips tersebut belum berdampak, tidak masalah. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat dipengaruhi keimanan dan kebiasaan.
Terkait kebiasaan, Anda bisa melakukan shalat 5 waktu secara bertahap. Sebagai contoh, hari ini Anda melaksanakan shalat Maghrib dan Isya.
Hari berikutnya, Anda melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Dzuhur. Hari-hari berikutnya tambah lagi jumlah shalat yang dilakukan sehingga Anda bisa melakukan shalat lima waktu setiap hari.
Mengapa dilakukan secara bertahap? Karena itu lebih baik daripada Anda tidak menunaikan shalat 5 waktu sama sekali dalam seharinya. Selain itu, pembentukan kebiasaan butuh waktu yang lamanya bergantung pada invidu masing-masing.

5. Lacak shalat yang Anda lakukan

Lacak shalat lima waktu yang Anda lakukan. Anda bisa menggunakan MS Excell atau perangkat lain. Jika Anda menggunakan MS Excell, Anda tinggal membuat tabel yang berisi kolom shalat lima waktu dan kolom keterangan.
Isi kolom shalat lima waktu dengan tanda V jika Anda menunaikan shalat tersebut. Jika sebaliknya, isi dengan tanda X. Contohnya seperti tabel berikut:
TanggalIsyaSubuhDzuhurAsharMaghribKeterangan
1vxvvvx = bangun siang
2
3
…s.d 30/31
Di kolom keterangan, isi dengan penyebab Anda tidak melaksanakan suatu shalat. Sebagai contoh, jika Anda tidak melaksanakan shalat Subuh, penyebabnya Anda bangun siang. Setelah tahu penyebabnya, identifikasi langkah untuk memperbaikinya.
Dalam contoh tidak melaksanakan shalat Subuh, langkah yang mungkin Anda lakukan adalah tidur lebih cepat atau memasang alarm pukul 04:30. Apa pun langkahnya, buatlah sesederhana dan semenarik mungkin sehingga Anda mampu menghilangkan penyebab tidak melaksanakan suatu shalat 5 waktu.
Terlepas dari itu, pelacakan shalat 5 waktu merupakan cara lama yang mungkin pernah Anda lakukan ketika Anda masih di sekolah dasar. Namun, dari pengalaman saya, cara ini sangat baik terutama di awal-awal membangun kebiasaan shalat 5 waktu.

6. Jangan menunda shalat

Upayakan Anda jangan menunda-nunda shalat. Saat mendengar suara Adzan, berhentilah melakukan sesuatu dan bersiaplah untuk melaksanakan shalat.
Jika ditunda-tunda, Anda mungkin lupa karena kesibukan yang tidak ada habisnya. Selain itu, tidak ada jaminan Anda masih hidup saat menunda-nunda shalat tersebut.
Akan lebih baik kalau Anda memiliki upaya mengantisipasi penundaan shalat. Sebagai contoh, Anda akan bepergian ke luar rumah. Jika sebentar lagi waktu shalat, tunda kepergian Anda. Shalatlah terlebih dahulu, setelah itu baru bepergian.
Contoh lain, jika Anda memiliki pertemuan dengan teman atau rekan bisnis, aturlah pertemuan tersebut sehingga tidak bertabrakan dengan waktu shalat.
Utarakan alasan pengaturan pertemuan tersebut kepada teman dan rekan bisnis Anda. Saya optimistis mereka akan memahami alasan Anda.

7. Berniat dengan tulus

Saat akan melaksanakan shalat 5 waktu, berniatlah dengan tulus karena Allah SWT. Jangan berniat karena ingin mendapatkan perhatian lawan jenis, ingin disayang mertua, ingin disayang atasan, ingin terlihat sebagai orang yang takwa, dan sebagainya.

8. Lakukan shalat berjamaah

Tips lain adalah melakukan shalat 5 waktu secara berjamaah. Mengapa harus berjamaah? Seperti dikatakan Rasulullah SAW, shalat berjamaah lebih unggul dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat sendirian.
Jika rumah Anda berada di dekat mesjid, pergilah ke mesjid untuk menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah. Jika tidak memungkinkan ke mesjid, ajaklah anak, isteri, suami, atau saudara Anda untuk shalat lima waktu berjamaah di rumah Anda.

9. Bertemanlah dengan orang-orang yang rajin shalat

Keberadaan teman bisa juga membantu Anda untuk rajin shalat. Oleh karena itu, bertemanlah dengan mereka yang rajin shalat 5 waktu. Dengan teman-teman seperti itu, Anda akan diingatkan dan diajak untuk melaksanakan shalat lima waktu jika waktunya telah tiba.

10. Baca buku-buku tentang Islam

Tips terakhir adalah membaca buku-buku tentang Islam di waktu senggang Anda. Sebagai contoh, Anda melakukannya saat hendak tidur malam. Hal ini lebih baik daripada Anda melihat status teman Anda di media sosial atau menghayal.
Selain itu, dengan membaca buku-buku tentang Islam, pemahaman dan wawasan Anda tentang akhirat akan bertambah sehingga Anda lebih mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

Penutup

Shalat 5 waktu tidak mudah dikerjakan karena setan selalu menghalangi umat Islam untuk melaksanakan shalat tersebut. Cobalah sepuluh tips sederhana di atas untuk mengatasi halangan tersebut.
Insya Allah Anda rajin shalat 5 waktu. Jika memungkinkan, bergurulah pada ulama atau ustadz di lingkungan rumah Anda agar Anda menjadi lebih rajin lagi

Jumat, Desember 28, 2007

RENUNGAN

RENUNGAN
RENUNGAN

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk
disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan !!!
Betapa giatnya kita atau langsung menghadapnya kita apabila dipanggil oleh Atasan tapi
Apabila terdengar panggilan Allah telah datang melalui Azan kebanyakan kita mengabaikannya malah menunda-nunda untuk memenuhi panggilan tersebut, padahal itu panggilan dari Allah, Tuhan yang menguasai seluruh alam.
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
Betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap untuk/pada saat meeting.
Betapa lamanya melayani Allah selama 15 menit dalam shalat namun
Betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
Betapa mudahnya kalau mengobrol atau ngegosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra time namun
kita mengeluh ketika khotbah jum’at di masjid lebih lama sedikit daripada biasanya.
Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tetapi
Betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun mereka lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid.
Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa Ramadhan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun Betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun
Betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa.
Betapa mudahnya kita untuk jujur kepada teman dekat kita, namun terkadang kita lupa/enggan untuk jujur kepada diri kira sendiri atas kesala

Selasa, Desember 18, 2007

Qur'an in Word

Mungkin kamu pernah mengalami saat di beri tugas oleh guru atau dosen Agama Islam di sekolah / kampus kamu, yang dalam tugas itu kamu harus memasukkan teks arabic (Al-Qur’an) sebelum di print out. Sedangkan dirumah belum punya font arabic yang support bahasa Al-Qur’an, lalu kamu pergi ke rental komputer dengan harapan tugas akan terselesaikan dengan baik. Sialnya, rental komputer yang kamu kunjungi pun belum mempunyai font arabic atau apapun yang support menulis bahasa Al-Quran (rental komputernya ga gaul kali ya : p ).

Pernahkah kamu mengalami kesulitan seperti cerita diatas ?

Jika jawaban kamu “tidak pernah!” silahkan kamu baca artikel yang lain saja :p, tapi jika jawaban kamu “pernah”, maka silahkan simak artikel ringan berikut yang mungkin bisa memberikan solusinya : p.

Sekarang kita tidak perlu bingung lagi apabila menghadapi hal semacam diatas, karena sudah ada Program (plugin) untuk Microsoft Office Word yang bisa membantu kita dalam mengatasi hal tersebut.

Quran in word begitulah sang pembuat program (plugin) ini menamakan hasil karyanya, Program (plugin) ini adalah hasil karya Mohamad Taufiq (Indonesia). Program tersebut bisa kamu dapatkan secara gratis dalam beberapa bahasa dialamat berikut ini :

Bahasa Indonesia : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordInd1.3.zip

Bahasa Inggris : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordEnglish1.3.zip

Bahasa Malaysia : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordMalay1.3.zip

Bahasa Geman : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordGerman1.3.zip

Bahasa Bosnia : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordBosnia1.3.zip

Bahasa Farsi/Persian : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordFarsi1.3.zip

Bahasa Rusia : http://myquran.org/msword/Quran/SetupQuranInWordRussian1.3.zip

Tapi untuk kamu yang membutuhkan beberapa bahasa sekaligus, kamu tidak perlu mendownload semua file installernya, kamu Cuma perlu salah satu saja dari beberapa file diatas, kemudian kamu cukup mengkopi file bahasanya saja, dan file – file tersebut bias kamu dapatkan dialamat berikut ini :

Inggris (Yusuf Ali) : http://myquran.org/msword/Quran/English%20Yusuf%20Ali.zip

Inggris (Muhsin Khan) : http://myquran.org/msword/Quran/English%20Muhsin%20Khan.zip

Indonesia : http://myquran.org/msword/Quran/Indonesia.zip

Malaysia : http://myquran.org/msword/Quran/Malay.zip

German : http://myquran.org/msword/Quran/German.zip

Bosnia : http://myquran.org/msword/Quran/Bosnia.zip

Spanyol : http://myquran.org/msword/Quran/Spanish.zip

Francis : http://myquran.org/msword/Quran/French.zip

Albania : http://myquran.org/msword/Quran/French.zip

Rusia : http://myquran.org/msword/Quran/Russian.zip

Persian : http://myquran.org/msword/Quran/Farsi.zip

Setelah kamu mendownload beberapa file yang kamu butuhkan, selanjutnya kamu yang harus kamu lakukan adalah mengekstrak dan kemudian menginstall file SetupQuranInWordInd.exe misalnya (saya menggunakan Quran In Word versi bahasa Indonesia), setelah terinstall kemudian kamu ekstrak file – file bahasanya ke lokasi program filesquran_in_word. (untuk lebih jelas silahkan baca di http://myquran.org/msword)

Nah,…. Sekarang kamu tinggal mencoba menggunakannya, dengan cara membuka Microsoft Word kamu, maka di dalam Microsoft Word kamu akan muncul toolbar tambahan disamping kanan menu “Help” yang bertuliskan “Al-Quran”, kemudian untuk memasukan surat / ayat – ayat Al-Qur’an kedalam bekas ketikan, yaitu dengan cara meng klik toolbar “Al-Quran” kemudian klik “Get Arabic+Translation” kemudian kamu tentukan surat, ayat, bahasa dan ukuran fontnya, kemudian kamu tentukan pilihan baris penulisan ayat dan terjemahannya, karena disini tersedia tiga pilihan baris penulisan, yaitu :

Unicode

Jika kamu memilih unicode, maka penulisan setiap ayat yang ada masukan akan ditulis bersambung dalam satu barisan penuh, kemudian terjemahannya ditulis dalam baris berikutnya.

New Line

Jika kamu memilih New Line, maka penulisan setiap satu ayat akan ditulis dalam satu baris, kemudian terjemahannya.

Switch

Jika kamu memilih switch, maka setiap penulisan ayat akan diselangi oleh terjemahannya masing – masing.

Nah … mudah kan ?

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi kalau menghadapi kesulitan seperti ini.

Tapi ada sedikit kekurangan yang dari program ini, karena tulisan arab yang kamu tulis tadi tidak akan muncul sesuai dengan yang kamu buat jika dibuka dengan Office yang tidak terinstall program ini. Dengan kata lain, program ini harus terinstall disetiap Office yang akan kamu gunakan untuk membuka file tadi.

Untuk hal ini kamu juga tidak perlu bingung, karena saya sudah temukan solusinya, apabila kamu ingin mencetak file tadi ditempat lain (tidak terinstall program Alquran in word) kamu masih bisa melakukannya dengan cara merubah file word yang kamu buat tadi kedalam format pdf, kemudian ditempat kamu mau mencetak kamu bisa membukanya dengan menggunakan adobe acrobat reader 8 (saya mencoba v5 dan 6 tidak bisa : p ) atau kamu juga bisa membukanya menggunakan Foxit Reader yang bisa kamu download di http://www.foxitsoftware.com/pdf/reader_2/down_reader.htm

Sekian dulu artikel dari saya semoga bermanfaat buat kamu.

Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Jumat, Desember 14, 2007

Tauhid & Rezeki

Oleh Sabrul Jamil

Pukul lima sore sudah lama berlalu. Maghrib memang masih belum waktunya. Sang artis terkenal itu bergegas menunaikan sholat Ashar. Ada perasaan bersalah yang susah payah ditepisnya. Tapi mau bagaimana lagi? Jadualnya memang padat.

Usai sholat, dia berniat berdoa. Bukan karena ada permohonan khusus, melainkan karena kebiasaan atau refeks saja. Namun ada SMS masuk ke telepon selulernya. Dari managernya. Ada order gede, dan dia diminta segera menemui si Bos. Sekarang, karena tidak ada waktu lagi, dan si Bos sangat sibuk. Sang artis dengan cepat memutuskan untuk membatalkan doanya, menuju kendaraan, dan memacunya. Ia tahu maghrib sudah menjelang. Namun ia memutuskan untuk ‘lihat bagaimana nantilah!’

Di perjalanan, adzan berkumandang. Nuraninya pun menyapa lembut, namun gelisah. Begitu tinggikah penghargaannya kepada si Bos? Sebegitu tingginya sehingga mengalahkan penghargaannya kepada Sang Pemberi Rizki? Demikian gugat sang nurani. Perasaan bersalah mengaliri seluruh jiwanya. Ia tahu, ia harus berubah. Ia juga tahu, ia tidak boleh menunda. Akhirnya ia putuskan, jika bertemu Masjid terdekat ia akan berhenti. Bagaimana janji bertemu si Bos? Biarlah Allah yang mengurus rizkinya. Demikian pikir Sang Artis.

Sang Artis menuturkan pengalaman ini kepada saya, yang mendengarkan dengan ta’zim. Sebenarnya Saya jarang bertemu artis manapun, apalagi artis papan atas. Di sisi lain, Saya sendiri memang tidak pernah berkeinginan untuk bertemu artis manapun.

Namun artis yang satu ini memang berbeda. Ia memiliki semangat untuk membantu syiar keIslaman. Walaupun belum sepenuhnya lepas dari kehidupan glamour, namun keinginannya untuk berbuat sesuatu terhadap Islam memancing simpati Saya.

Akhirnya mereka bertemu. Sang artis bersedia memberikan sedikit tausyiah untuk remaja, dengan bayaran yang nyaris gratis untuk ukuran seorang artis. Dan Sang artis pun menceritakan salah satu pengalaman rohaninya, sebagaimana dikisahkan di awal tulisan ini.

* * * * *

“Sebenarnya kisah Artis tadi adalah salah satu pelajaran tentang ketauhidan”, demikian kata salah seorang Ustadz di Masjid tempat saya tinggal.

“Tauhid? Apakah benar sedalam itu, Ustadz?” tanya saya keheranan.

“Ya, cerita tadi memang kecil dan sederhana, namun hakikatnya sungguh dalam. Cerita tadi adalah salah satu fragment tentang ketauhidan. Betapa tidak. Teori tauhid memang mengajarkan kita untuk meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Pemberi Rizki. Namun implementasi tauhid kita sering kali jauh dari itu.

“Kita masih lebih sering ‘memohon’ kepada atasan atau manusia-manusia lain yang kita anggap dapat mengalirkan rizki kepada kita. Kita juga lebih takut kepada mereka. Juga lebih berharap. Di mata kita, mereka sangat berwibawa dan sangat patut dihormati.

“Untuk itu, kadang-kadang kita rela mengorbankan hal-hal yang sebenarnya prinsip. Menggeser-geser, bahkan meninggalkan sholat, hanya karena harus mengejar deadline tugas yang diberikan oleh si Bos, adalah contoh sederhana namun sering kita temui sehari-hari”, demikian urai Sang Ustadz.

“Gejala lainnya adalah kita jadi sering malas berdoa, karena rasanya ‘kurang konkret’. Jauh lebih konkret bekerja dan ‘memohon’ kepada orang-orang yang ‘memberi’ rizki kepada kita.

“Sholat kita pun jadi kering. Kita tidak sungguh-sungguh merasakan kehadiran Allah di hadapan kita. Karena sebelum sholat kita tidak mempersiapkan jiwa untuk memohon dan meminta. Kita tidak menyiapkan proposal apapun ketika menghadap kepadaNya. Kenapa? Karena kita memang tidak sungguh-sungguh merasa menghadap kepadaNya.

“Bandingkan ketika kita membuat proposal fund raising atau pengumpulan dana kepada donatur atau sponsor. Kita menyiapkan segalanya dengan begitu rapih dan detail. Juga apik dan indah. Itu semua kita lakukan karena besarnya harapan kita terhadap pertolongan calon donatur atau sponsor tersebut. ” Sang Usatdz menjelaskan panjang lebar.

“Kadang-kadang, ketika kantor kita melakukan praktek kecurangan, loyalitas kita kepada kantor atau perusahaan tempat kita bekerja lebih kuat dari pada kepada Allah. ” Tandas Sang Ustadz.

Saya dan beberapa jama’ah lainnya manggut-manggut.

“Tapi bukankah Islam mengajarkan kita untuk bekerja profesional dan sungguh-sungguh?” Salah seorang jamaah mencoba mengklarifikasi.

“Betul sekali. Profesional berarti bekerja sesuai standar dan etika profesi yang bersangkutan. Jika profesinya dokter, bekerjalah sesuai standar dan etika kedokteran. Demikian pula arsitek, teknisi, IT, guru, bahkan mungkin da’i. Dan setahu saya, tak satu profesi pun yang mengajarkan kecurangan dan ketidaketisan”, demikian penjelasan Sang Ustadz.

“Kadang-kadang, saya sengaja menunda waktu sholat, karena pekerjaan belum selesai. Saya merasa lebih profesional jika pekerjaan sudah selesai, baru mengerjakan sholat”, orang tadi masih mencoba menjelaskan argumentasinya.

Sang Ustadz tersenyum. Kemudian menjawab dengan tenang, “Sebenarnya memang tergantung profesinya. Kalau profesi Anda adalah seorang dokter, apalagi dokter bedah, memang tidak bijaksana meninggalkan pasien dengan luka menganga. Walaupun sedapat mungkin kita menjadualkan pembedahan dengan perkiraan tidak melampaui waktu sholat. Namun terkadang hal itu memang sulit dilakukan.

“Ada pula profesi pemadam kebakaran, juga polisi yang sedang dalam operasi menangkap pelaku tindak kriminal. Namun itu semua adalah profesi khusus, sehingga memang perlu perlakuan khusus. Sedangkan yang saya maksud dalam penjelasan di atas adalah profesi yang umum, yaitu orang-orang dengan jadual kerja yang teratur. Jam masuk kantornya jelas, jam istirahatnya pasti, begitu pula jam pulangnya. ”

“Ustadz, adakah contoh lain selain menunda-nunda sholat?” Tanya jama’ah yang lain.

“Ada. Misalnya, enggan membayar zakat, apalagi infaq. Kita tahu, zakat itu sudah jelas ukurannya. Sedangkan infaq itu bebas besarnya. Nah, karena begitu takutnya kita akan kekurangan rizki, kita malas mengeluarkan zakat dan infaq. Tanda bahwa kita malas adalah kita ketika kita tidak menyediakan anggaran khusus atau rutin untuk kedua pos itu.

“Kita tidak begitu yakin dengan janji Allah, bahwa DIA akan mencukupi seluruh kebutuhan kita. Kita takut miskin karena berinfaq.

“Jadi, semuanya kembali berakar kepada ketauhidan”, jelas Sang Ustadz.

“Nah, mulai sekarang, bersegeralah setiap kali ada SMS atau calling dari Allah, ” demikian Sang Ustadz mengakhiri penjelasannya, sambil tersenyum.

Sumber : Eramuslim.com

Selasa, Oktober 23, 2007

Hikmah Idul Fitri

Allahu Akbar....... Allahu Akbar........ Allahu Akbar.........
Dengan terdengarnya takbir dan tahmid, umat Islam melepaskan bulan Ramadan dan dengan takbir dan tahmid pula ia sambut 1 Syawal 1428 H. Mudah-mudahan pelepasan bulan Ramadan dan penyambutan bulan Syawal terpenuhi makna dan arti kedua peristiwa yang terjadi dalam suasana bergembira.


Selama bulan Ramadhan, jiwa, ruh, dan hati umat benar-benar telah terasah dengan amal-amal kebajikan, sehingga hati mereka yang merupakan wadah ketakwaan semakin terbuka lebar dan luas guna lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas takwa yang sudah diperoleh selama beribadah di bulan Ramadan, "Mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa" (QS [al-Hujurat] 49 : 3).

Idul Fithri bagi kaum wanita dan anak-anak ?

Sebagaimana halnya kamu pria, kaum wanita dan anak-anak pun disunnatkan menghadiri shalat 'Idul Fithri. Begitu pula halnya orang-orang tua, gadis-gadis perawan, wanita-wa nita haidh dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR. Bukhori - Muslim). Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri-istri dan putri-putrinya untuk melaksanakan shalat 'Idul Fithri dan mendengarkan khuthbah (HR. Ibnu Majah & Baihaqi dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haidh dan nifas, cukup mendengarkan khuthbah, tidak ikut shalat.

Idul fitri adalah hari kemenangan besar yang mengembalikan manusia pada fitrahnya (kesucianya) dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah dan saling memaafkan. serta rezeki yang kita miliki telah dicuci pula dengan zakat.

Kembali kepada kesucian artinya dengan merayakan Idul Fitri ini kita mendeklarasikan kesucian kita dari berbagai dosa sebagai buah dari ibadah sepanjang bulan Ramadan. Pada Idul Fitri inilah, manusia yang taat pada takdir Allah meyakini tibanya kembali fitrah diri yang kerap diimajinasikan dengan ungkapan kala itu ba' terlahir kembali. Dan, bila kita bersedia menerima fitrah yang ada di hari besar ini serta menerjemahkan dengan pikiran dan bahasa sederhana, Idul Fitri merupakan momentum bagi manusia untuk langkah awal menuju kehidupan lebih baik.

Memang Idul Fitri bukanlah suatu yang akhir. Masih akan ada perjuangan yang harus dilalui sesudahnya. Seperti yang pernah diisyaratkan Rasulullah seusai perang Badr di akhir Ramadhan. Bahwa, dari perang kecil (Badr) masih ada perang yang lebih besar untuk menegakkan agama yang benar.

Beragama yang benar adalah nasihat menasihati, Sabda Rasul: Addinun Nashihhat, Arti nasehat bukan sekadar membimbing dengan kata-kata, tetapi menunjukkan serta mendukung segala kebajikan dengan amal perbuatan, sehingga pemberi nasihat mengantar orang yang dinasihati kepada suasana keterbukaan, tenggang rasa, serta insyaf bahwa kebutuhan manusia tidak dapat dipenuhi kecuali dengan bantuan orang lain.

Yang lebih penting, semoga saja tak cuma simbol yang melekat pada diri kita selepas puasa sebulan penuh ini. Segala aspek kehidupan yang lurus yang kita jalani selama Ramadhan ini hendaknya menjadi titik tolak untuk melangkah ke depan. Hal ini kita mulai dari diri kita sendiri, barulah kemudian ke jenjang yang lebih besar yakni saudara, keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas.

Adapun mengenai perayaan Idul Fitri yang berbeda waktunya janganlah dijadikan perdebatan dan masalah besar.Sebaliknya, terimalah perbedaan itu sebagai rahmat dan tetap menjalin tali silaturahmi.

sumber : harian pagi makasar, indomedia, Aa Gym, tajuk online

Ketabahan Dalam Menghadapi Musibah

Ketabahan Dalam Menghadapi Musibah

Musibah bagaikan goresan warna-warni tinta yang melukisi kehidupan kita, Silih berganti datang, tak terpisah dari kehidupan kita. Begitulah adanya musibah, dan begitulah sunatullah yang berlaku, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya:

''
Sungguh, Kami pasti akan mengujimu dengan sebagian dari rasa takut, lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..''(Al-Baqarah:155).

Namun, bukanlah sikap yang bijak jika kita menyikapi setiap musibah yang datang dengan cara-cara jahiliyah, menangis meraung-raung, memaki diri dan orang lain, atau bahkan sumpah serapah yang tak sopan dan tak perlu. Sebab, semua itu tidak akan mengurangi kadar musibah, dan justru menambah berat beban perasaan kita sendiri. Apalagi jika disertai 'tuduhan' dan persangkaan buruk terhadap kehendak Allah.

Musibah kerap membuat seseorang frustasi, seakan dunia sudah berakhir, dan tak jarang berakhir dengan usaha bunuh diri, wal iyadzu billah. Stres dan depresi yang melanda, jika tak diiringi benteng iman yang kokoh, memang bisa melahirkan atraksi bunuh diri. Beberapa artis barat, yang notabene berlimpah materi, berakhir mengenaskan seperti ini.

Sebagai seorang muslim, yang merupakan taman tarbiyah bagi generasi penerus, sikap seperti itu tentunya perlu dibuang jauh-jauh dari kamus kehidupan. Maka, sabar menjadi perisai yang ampuh ketika menghadapi musibah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

''...Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali). Mereka itulah yang rnmendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk'' (Al-Baqarah: 155-157)

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, seorang ulama yang karya-karyanya banyak berbicara masalah hati, membahas lebih jauh terapi penghilang duka lara dalam buku beliau. Buku yang oleh penerbit dan penerjemahnya diberi judul 'Meredam Duka Saat Menghadapi Musibah' ini banyak memberikan kiat dan terapi agar kita terhibur dan tidak larut dalam kesedihan yang panjang.

Hal pertama yang patut kita sadari, sebagai terapi yang paling mujarab, adalah bahwa kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat di atas. Keyakinan tersebut mempunyai dua prinsip agung, yang jika seorang hamba benar-benar memahami kedua prinsip tersebut, maka ia akan terhibur dari musibah yang menimpanya. Ibnul Qoyyim menjabarkan dua prinsip tersebut sebagai berikut,

Pertama, bahwa seorang hamba beserta keluarga dan hartanya benar-benar merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala. Milik Allah itu telah diserahkan kepada hamba sebagai pinjaman, maka jika Allah mengambil kembali pinjaman itu darinya, kedudukannya seperti pemberi pinjaman yang mengambil barang yang dipinjam. Keluarga dan hartanya itu selalu berada di antara dua ketiadaan, yaitu ketiadaan sebelumnya dan ketiadaan sesudahnya. Kepemilikan hamba terhadapnya hanyalah kesenangan yang dipinjamkan dalam jangka waktu sementara. Hamba bukanlah yang mengadakannya dari ketiadaan, sehingga tidak bisa menjadi pemiliknya secara hakiki. Hamba juga tidak bisa menjaganya dari berbagai bencana setelah ia ada. Juga tidak bisa mengekalkan keberadaannya.

Jadi, seorang hamba sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadapnya, tidak memiliki secara hakiki. Bahkan, ia hanya dapat menggunakannya dalam batas wewenang seperti seorang budak yang diperintah dan dilarang, bukan sesuka hatinya seperti wewenang seorang pemilik. Karena itu, seorang hamba tidak boleh melakukan tindakan terhadapnya kecuali sesuai dengan perintah Pemilik yang hakiki.

Kedua, tempat kembali seorang hamba adalah Allah, tuannya yang sejati. Ia pasti meninggalkan dunia di belakangnya dan menghadap kepada Rabbnya seorang diri, sebagaimana ketika pertama kali ia diciptakan-Nya, tanpa ditemani oleh keluarga, harta, atau kerabat, melainkan hanya ditemani oleh amal kebajikan dan amal kejahatan. Bila demikian asal muasal seorang hamba, apa yang ditinggalkannya dan akhir hidupnya, bagaimana ia bisa bergembira dengan sesuatu yang ada atau berduka atas sesuatu yang tiada? Jadi, berpikir tentang asal muasal dan akhir kehidupan, merupakan terapi paling mujarab terhadap penyakit ini.

Pemahaman lain yang perlu kita yakini adalah bahwa apa pun yang ditakdirkan menimpa kita, tidak mungkin untuk dihindari, sebaliknya apa pun yang tidak ditakdirkan terluput dari kita, tidak mungkin menimpa kita. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

''Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.'' (Al-Hadid: 22-23).

Beliau, Ibnul Qoyyim, juga memberikan terapi dan kiat lainnya untuk meringankan dan menghilangkan duka akibat musibah yang menimpa. Beliau juga mengetengahkan teladan Rasulullah dalam menghadapi kesulitan, kecemasan, dan kesedihan.

Kapasitas penulisnya, membuat anda tidak perlu ragu lagi untuk memiliki atau paling tidak membaca buku yang diterbitkan oleh Penerbit Al-Qawam setebal 92 halaman ini. Buku ini cukup tipis, dan dapat dibawa ketika anda bepergian, tentu saja untuk dibaca, direnungkan, dan terutama diamalkan isinya.

Semoga bermanfaat.

Selasa, Juli 31, 2007

KISAH SEORANG PENDO'A

KISAH

SEORANG PENDO’A

Ketika kumohon kepada Allah kekuatan,

Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat .

Ketika kumohon kepada Allah kebijaksanaan,

Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan.

Ketika kumohon kepada Allah kesejahteraan,

Allah memberiku akal untuk berfikir.

Ketika kumohon kepada Allah keberanian,

Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon kepada Allah sebuah cinta,

Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong

Ketika kumohon kepada Allah bantuan,

Allah memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,

tetapi aku menerima segala yang aku butuhkan,

Do’aku terjawab sudah.

Amiin.

ٲﻟﺤﻤدﷲ

Senin, Juli 30, 2007

SURAT CINTA UNTUK SANG JIWA

Surat ini kutujukan utnuk diriku sendiri sarta sahabat-sahabat tercintaku yan insya Allah tetap mencintai Allah dan rasul-Nya diatas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalany adari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukkan utnuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya, lalu diruang hatinya yang kelam merasa senagn jika dilihat dan dipuji orang, entah djimana keikhlasan. Mka saat merasakan kekecewaan dan keleleahn kerena hal yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil, Dia akan melihat seungguha dalam berproses.
Surat ini kutujukakan pula untuk jiwaku serta jiwasahbat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya ketika seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oelh seorang hamba melaiknkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan utnuk ruh-ku dan ruh sahabat-sahabat tercintaku yan mulai terkikis oelh duania yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutupi okeh maksiay yang dinikmati, lalu dimanakan kejujuran diletakkan ??? dan kini terabaikan sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat fisik dan fikiran sisibukkan oleh duniam saat wajah menampakkan kebahagiaan yang semu.
Coba lihat sana ! hatimu menangis dan meranakah ??? !!!
Sutat ini kutujukan utnuk dirikun dan diri sahsabat-sahabat tercintaku yang sombong yan terkadan bangga jpada dirinya sendiri. Sungguh tiada satujpun yang membuat kita lebih dihadajpan-Nya selain ketakwaan. Padahlkita mennyadari bahwa tiap-tipa jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergelut terus dengan kefanaan.
Surat ini kutujukkan utnuk hatiku dan hati sahabat-sahabt tercintaku yang mulai mati, saat taida getar ketika sama Allah disebut saat tiada sesal ketika kebaikan kterlewatkan bergitu saja, saat tiada rasa takut jpadanya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika menzhalimi diri sendiri dan jorang lain.
Akhirnya surat ini kutujukkan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun seidikit, jangan biarkan scahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah disekelilingnya, memberikan keindahan Islam yang sesunggunya hanya dengan kekuatan dari-Nya.
„Ya ... Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada Agama-Mu, pada taat kepada-Mu dan Da’wah dijalan-Mu“
Wallahu’alam bishowab.
NB: Semoga bisa membangkitkan Iman yang sedang mati atau „jalan ditempat“, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahaba-sahabat tercintaku . . . ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani dikala hati „lelah“.
Sumber : unknown

Kamis, Juli 26, 2007

JIKA AKU JATUH CINTA

Allahu Rabbi aku minta izin

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi

Aku punya pinta

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan

kasih-Mu

dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi

Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu...

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amiiin !

HIDUP DAN UJIAN

Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.
Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.
Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *
Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.
Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?
Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.
Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya. **
Wallahualam
*kisah disadur dari buku “Kekuatan Cinta
**disadur dari buku “La Tahzan!”

Rabu, Juli 18, 2007

BILA AKU JATUH CINTA


    Bila  Aku  Jatuh  Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi

Aku punya pinta

Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi

Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan

kasih-Mu

dan membuatku semakin mengagumi-Mu


Allahu Rabbi

Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi

Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu...

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !